Mengutamakan Tuhan


Ditulis pada: Sabtu, 27 Juli 2024



Sebagai orang percaya, mengutamakan Tuhan merupakan suatu hal yang harus diterapkan untuk mengekspresikan segala bentuk rasa mengasihi, menghormati, serta rasa percaya kita kepada Tuhan. Tidak semua orang percaya memahami dan selalu menerapkan hidup yang mengutamakan Tuhan dalam kesehariannya. Jadi.. seperti apa sih hidup yang mengutamakan Tuhan?




Matius 10:38-39

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya."


1. Mau Memikul Salib

Hidup yang mengutamakan Tuhan adalah dia yang mau menyangkal segala kedagingannya/keinginan dirinya. Kita sebagai manusia tentu selalu memiliki kehendak bebas untuk menentukan pilihan. Sebagai contoh, seorang anak muda sedang stress karena dilanda masalah, dia tentu punya banyak pilihan untuk meredakan stressnya, yaitu datang kepada Tuhan atau melakukan kebiasaan merokok. 

Sebagai orang yang mengutamakan Tuhan, tentu kita memandang tubuh kita sebagai Bait Allah yang harus dijaga sedemikian rupa. Maka daripada itu, kebiasaan merokok bukanlah suatu perilaku yang mencerminkan seorang yang mengutamakan Tuhan. Kita harusnya percaya bahwa segala kenikmatan duniawi hanyalah membawa kita kepada ke sia-sia an. 

2. Mengikut Tuhan

Mengikuti/following dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti memperhatikan. dalam kata "memperhatikan", terdapat perilaku seperti mau mendengarkan, melihat, serta membaca firman Tuhan. Orang yang mengikut Tuhan, ia harus tau hal apa yang disukai dan tidak disukai Tuhannya. Maka daripada itu, penting bagi kita untuk membangun kebiasaan membaca Alkitab dan mempelajari firman-Nya. 

Yohanes 13 : 15

"Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu"

3. Keluar dari Zona Nyaman

Hidup mengutamakan Tuhan berarti kita harus siap menyerahkan hidup untuk mengerjakan setiap apa yang jadi kerinduan hati Tuhan. Mengambil keputusan untuk mengambil bagian dalam misi yang Tuhan tetapkan merupakan sebuah respon hati terbaik ketika kita menganggap Tuhan sebagai pusat dalam hidup kita.

Yohanes 12 : 25

"Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal".

Kata "mencintai nyawa" diibaratkan sebagai orang yang kurang mengambil risiko dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan. Orang ini bisa dikatakan sebagai orang yang takut keluar dari zona nyamannya, nyari aman. Orang yang egois dan mau cari aman sendiri akan menghancurkan kehidupannya sendiri dan kurang menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Selain itu, orang yang kurang bayar harga untuk dirinya dipakai oleh Tuhan sangat sulit untuk percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, banyak keraguan dalam dirinya.





Seorang Hamba yang Taat

  Amsal 20 : 6 "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang setia, siapakah menemukannya?" "Taat" berarti "S...